Halaman

Tampilkan postingan dengan label Gak jelas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gak jelas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 September 2012

10 000 dapat apa?



                Jaman terus edan semua serba mahal, mulai dari makanan, minuman, pakaian, rumah, apalagi gadget. Susah memang jika jadi orang yang pas-pasan coba bayangin makan aja pas ada duit, minum juga pas ada duit, coba lo jadi orang yang berkecukupan ekankan? Cukup buat makan 5x sehari, minum 5 galon sehari, beli mobil tiap hari.                Bagi orang yang minimalis nih kayak aku hihi, jangan hawatir jika punya uang Cuma 10.000 trus kamunya pengen yang namanya gadget lah, tabletlah, laptoplah apalah hihi, tenang mas bro mbak bro sekarang ne lagi ada yang namanya diskon bodoh-bodohan di daerahku masak iya? Blackberry yang harganya jutaan dikasih Cuma 10.000 udah bisa dibawa pulang?                Penasaran? Oke! Gene ceritanya!Disuatu malam ceritanya aku laper, timbullah ide buat ke mall IT di daerahku, setelah sampai disana aku kaget ada segerumbulan orang yang lagi teriak-teriak sambil ngangkat uang 10.000an, dalam hati kecilku ne orang lagi mukulin copat sama uang kali yah!Eh ternyata lagi ada promo dari marketingnya di mall It tersebut, awalnya Cuma sekedar lewat sih tapi penasaran ahirnya ikut kesitu,
“Maaf dek, ini lagi ngapain yah kok kayak ada konser dangdut? Ada saweranya pula”!
“bukan mas ini lagi ada serba 10.000 jadi dengan uang 10.000 masnya bisa memilih barang apa yang ada disitu”
“owhhh gitu dek, terus syarat-syaratnya apaan dek? Gimana cara mainnya?”
“gini mas yang pertama mas harus punya uang 10.000an, mas punya uang gak?”
(gila emang tampang ku melas banget gitu?)
“ada dek, trus?”
“cara maenya gene, siapa yang memenuhi syarat yang di ajuin sama orang yang berdiri itu ya dia yang menang”
Awalnya seih aku pikir gampang Cuma gitumah kecil. Oke si orang tersebut mulai teriak-teriak.
                “are u ready?”
»»  Lanjut Baca..

Rabu, 01 Agustus 2012

tanya jawab Total Quality Management (TQM)



SOAL
1.      Sebutkan unsur – unsur TQM?

Jawab :
Ø  Fokus pada pelanggan.
Ø  Obsesi terhadap kualitas.
Ø  Pendekatan ilmiah.
Ø  Komitmen jangka panjang.
Ø  Kerja sama tim.
Ø  Perbaikan sistem secara berkesinambungan.
Ø  Pendidikan dan pelatihan.
Ø  Kebebasan yang terkendali.
Ø  Kesatuan tujuan.
Ø  Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan

2.      Sebut dan jelaskan macam – macam prinsip TQM

Jawab :
a)              Program TQM harus didasarkan pada kesadaran akan kualitas dan berorientasi pada kualitas dalam semua kegiatannya sepanjang program, termasuk dalam setiap proses dan produk.
»»  Lanjut Baca..

Kamis, 05 Juli 2012

Modernisasi Pesantren




Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS At Taubah [9]: 122)
Dalam era globalisasi dan modernisasi ini Pesantren sebagai lembaga dakwah, harus mampu menempatkan dirinya sebagai transformator, inovator dan motivator masyarakat. (K.H. Wahid Zaini). Sebagai mana diterangkan dalam ayat Al Quran diatas, sebagai generasi penerus bangsa kita harus berilmu, berpengetahuan baik ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama tentunya, supaya bisa menjadi pengendali sosial (agent of social control) dalam bermasyarakat.
Nurcholis Madjid, salah satu cendekiawan besar muslim Indonesia membagi pesantren (dalam karyanya Bilik-bilik Pesantren : Sebuah Potret Perjalanan, Jakarta : Paramadina, 1997) terkait dengan terhadap tantangan dan arus jaman, ke dalam empat jenis.
1.      Pesantren jenis pertama adalah pesantren modern yang penuh ghirah membenahi pesantren dengan sistem yang kompatibel dengan semangat modernitas.
2.      Pesantren kedua, pesantren yang melek kemajuan jaman sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai yang positif dari tradisi.
3.      Pesantren ketiga adalah pesantren yang juga memahami aspek positif modernitas namun tetap memilih menjadi jangkar bagi persemaian semangat tradisionalisme.
4.      pesantren jenis keempat adalah pesantren yang bersikap antagonis terhadap gegap gempita modernisasi.



Saat ini, jenis yang terbanyak adalah pesantren ragam kedua. Karena prinsip yang umum dianut oleh dunia pesantren adalah konsep qaidah fiqh  yang berbunyi :
al-muhafadhah 'ala al-qadim al-shalih wa al-akhdu bi al-jadid al-ashlah”
Yang artinya : “melestarikan tradisi yang masih baik sekaligus mengadopsi hal-hal baru yang jauh lebih baik”. Adapun pesantren dengan tipe terakhir, dalam perkiraan penulis, jarang ditemukan atau bahkan mungkin sudah tidak ada lagi di saat ini. Namun saat ini, tantangan dunia pesantren yang sesungguhnya jauh lebih kongkrit. Klasifikasi di atas terlalu sederhana untuk menjawab tantangan bagi permasalahan yang harus dihadapi dunia pesantren. Modernitas yang mengusung nilai-nilai budaya baru melalui kecanggihan teknologi dan alat komunikasi, telah menelusup jauh masuk ke seluruh lini kehidupan masyarakat, tak terkecuali dunia pesantren.
Pesantren yang menganut asas kesederhanaan, lambat-laun mulai direpotkan oleh fenomena "sensitif teknologi" di tengah-tengah masyarakat yang menjalar ke dunia pesantren. Salah satu budaya baru yang potensial menghadirkan ancaman adalah arus komunikasi yang serba mudah dengan kehadiran telepon genggam (handphone/telepon seluler). Demam handph one (HP) merupakan salah satu dari bentuk "sensitif teknologi" yang mewabah di masyarakat terutama para muda.
Ruang-ruang interaksi remaja kita saat ini dominan oleh perbincangan mengenai tetek-bengek HP. Para santri pesantren yang mayoritas remaja akan sulit dibendung dari filtrasi "virus sensitif teknologi"  semacam demam HP ini. Tanpa mengesampingkan kegunaan positif dari alat komunikasi semacam HP, potensi negatif alat tersebut akan sangat kasat mata di tangan para santri. Lebih-lebih di tengah maraknya peredaran video-video compress mesum yang dengan mudah disimpan dan dipertontonkan melalui HP.
Ancamannya tidak main-main bagi dunia pesantren badai kemerosotan moralitas yang luar biasa. Situasi yang serba terbuka saat ini akan menyulitkan para pengasuh pesantren untuk mengambil langkah-langkah preventif (pencegahan) yang efektif sekalipun. Potensi merusak dari tehnologi komunikasi semacam HP, lambat tapi pasti, akan menemukan momentumnya untuk menghantam telak nilai-nilai tradisi pesantren. Selama ini dampak tehnologi yang mempertontonkan adegan-adegan mesum relatif dapat dilokalisir, namun kehadiran HP mengakibatkan tayangan-tayangan pornografi dan pornoaksi dapat dengan mudah menyusup ke ruang-ruang privat tanpa dapat dikontrol lagi.
 Pemerintah yang seharusnya dapat berperan membendung akses-akses utama pornografi dan pornoaksi, jauh dari harapan yang dapat digantungkan oleh dunia pesantren.
Dengan demikian, pesantren tidak boleh termangu untuk mengatasi bahaya laten teknologi informatika. Pesantren harus proaktif memikirkan dan mengambil langkah-langkah nyata untuk mengendalikan atau controlling. Dampak kehadiran alat teknologi semacam HP tersebut. Salah satu langkah nyata yang dapat diambil adalah terus menumbuhkembangkan sikap kedewasaan dan tanggungjawab para santri.
Cara mengucilkan para santri dari dunia teknologi justru akan menjadikan para santri pribadi-pribadi yang gugup dan gagap terhadap perkembangan jaman terutama teknologi dan pada gilirannya hanya akan mengantar mereka menjadi pemuja-pemuja tehnologi tanpa bekal pengetahuan yang memadai mengenai aspek negatifnya. Para orang tua juga tidak dapat tinggal diam. Mereka harus turut aktif dan berupaya dengan keras untuk mengontrol perilaku generasi-generasi penerusnya. Sinergi semua pihak akan sangat membantu dalam menghadapi efek-efek negatif modernisasi. 
»»  Lanjut Baca..